Menggapai Sukses Melalui 7 Jalan Sunnah

Sukses... Yah, itulah yang didambakan oleh setiap orang dalam hidupnya. 
Ingatkah saat ditanya mengenai "Apa cita-cita Anda kelak?" 
'mungkin' sebagian dari kita akan menjawab "Sukses di dunia dan akhirat".
Melalui jawaban inilah dapat disimpulkan bahwa kesuksesan merupakan harga mati yang akan diperjuangkan oleh tiap manusia. Sukses memiliki makna yang cukup beragam dalam kehidupan tergantung bagaimana manusia mendefinisikan arti dari kesuksesan itu sendiri. Jalan untuk menggapainya pun terbentang luas, tinggal bagaimana manusia mampu memanfaatkan peluang yang ada.

Meraih kesuksesan sejatinya bukanlah hal yang mudah, karena kesuksesan sebenarnya tidak datang secara instan. Di samping itu, kita juga perlu berikhtiar kepada sang Pencipta untuk memuluskan jalan menuju kepada kesuksesan. Karena tak dapat dipungkiri bahwa Tuhan lah pemegang kendali dari kehidupan kita. Kali ini blog kancil berusaha memberikan informasi mengenai beberapa jalan yang dapat membantu kita meraih kesuksesan di dunia maupun di akhirat.
  • Melaksanakan Sholat Tahajud
QS. Al-Isra' (17:79) : Dan dari sebagian malam hendaklah engkau bangun (tahajud), sebagai amalan tambahan untukmu. Semoga Tuhanmu mengangkat (derajatmu) ke tempat yang terpuji.

Shalat yang paling utama setelah shalat 5 waktu adalah Qiyamul Lail (HR. Muslim)

Hadist udsi dari Ibnu Arabi : Ketika Allah turun ke langit dunia pada 1/3 malam, Allah SWT bersabda : "Sungguh berdusta orang yang menyatakan mencintaiKu, sementara ia tidur lelap dan lalai kepadaKu. Bukankah setiap kekasih ingin berkhalwat dengan kekasihnya? Akulah yang mendatangi kekasihKu dikelopak mata mereka. Mereka berbicara denganKu dalam musyahadah, dan bercakap-cakap denganKu dengan khusyuk. Di hari kemudian, Aku tetapkan mereka pada surga-surgaKu".
  • Tadabur Al-Quran
Al-Quran adalah kitabullah yang berisi sejarah umat sebelum kamu, berita umat sesudahmu, kitab yang memutuskan urusan-urusan diantara kamu, yang nilainya bersifat pasti dan absolut. Siapa saja orang durhaka yang meninggalkannya pasti Allah akan memusuhinya. Siapa yang mencari petunjuk selain Al-Quran, pasti akan tersesat. Al-Quran adalah tali Allah yang sangat kuat, peringatan yang bijaksana dan jalan yang lurus. (HR. Tirmidzi)

Bahkan kalau bisa sambil menangis, sebagaimana wahyu Allah dalam QS. Maryam (19:58) : Dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, mereka menyungkur, bersujud dan menangis.

Rumah yang didalamnya dibacakan Al-Quran terlihat penduduk langit sebagaimana penduduk bumi melihat gemerlap bintang-gemintang di langit. (HR Baihaqi)

Sedangkan bagi orang yang malas membaca Al-Quran, Nabi SAW memperingatkan : "Sungguh orang yang dalam hatinya tidak terdapat sesuatu pun dari Al-Quran, bagaikan rumah setan yang menyeramkan." (HR. Tirmidzi)
  •  Shalat Berjamaah di Masjid
Sungguh, shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yg terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak (HR. Bukhari-Muslim).

Kemudian naiklah para Malaikat yg menyertaimu pada malam harinya, lalu Rabb mereka yg sebenarnya Maha Tahu bertanya kepada mereka, Bagaimana hamba-hambaKu ketika kalian tinggalkan?” Mereka menjawab,”Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sholat dan kami jumpai mereka dalam keadaan sholat juga” (HR Bukhari).

Dua rakaat sebelum (qabliyah) subuh lebih baik dari dunia dan seisinya (HR Muslim).

Shalat subuh menjadi penerang pada hari kiamat, sebagaimana sabda Nabi SAW, ”Berilah kabar gembira bagi orang-orang yg berjalan dikegelapan menuju Mesjid untuk mengerjakan sholat subuh, dengan cahaya yg terang benderang” (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
  • Melaksanakan Shalat Dhuha
Nabi mencontohkan bilangan rakaat sholat dhuha yaitu 2-12 rakaat. Sholat dhuha bukan hanya semata meminta harta, namun merupakan sholatnya orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah (HR Thabrani).

HR Abu Ya’la, Nabi menegaskan : "Siapa yang berdiri melaksanakan sholat dhuha, maka diampunilah segala dosanya. Dia kembali bersih dari segala dosa seperti dilahirkan ibunya."

Keutamaan jumlah rakaat dalam sholat Dhuha (HR Tabrani & Abu Dawud) : Siapa yg mengerjakan 2 rakaat, dia tidak akan dicatat dalam kelompok orang-orang yg lupa, yg mengerjakan 4 rakaat akan Allah catat dalam kelompok ahli ibadah, yg mengerjakan 6 rakaat maka segala kebutuhannya hari itu dicukupkan Allah, yg mengerjakan 8 rakaat, maka Allah akan memasukkannya kedalam golongan yg tunduk dan menghabiskan seluruh waktunya untuk beribadah. Bagi yg mengerjakan sholat dhuha 12 rakaat, maka Allah akan membangunkannya sebuah istana yg indah di dalam syurga.
  • Memperbanyak Sedekah
QS. Ali Imran (3:133-134) : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yg luasnya seluas langit dan bumi, yg disediakan bagi orang-orang yg bertaqwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya diwaktu lapang dan sempit, dan orang-orang yg menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yg berbuat baik.

Balasan Allah bagi umat yang gemar bersedekah: QS al Baqarah 2:261: Perbandingan (balasan atau pahala) bagi orang-orang yg membelanjakan hartanya di jalan Allah seperti 1 biji yg menumbuhkan 7 cabang, disetiap cabang menjuntai 100 buah, dan Allah akan menggandakan pahala kepada siapa yg Dia kehendaki, dan Allah itu maha luas (pemberianNya) lagi sangat mengetahui.
  • Menjaga Wudhu
Kesucian lahir ditandai dengan berwudhu yg akan mengantarkan manusia kejenjang kesucian yg lebih tinggi, dan untuk berkomunikasi dengan Allah secara vertikal, harus dalam keadaan berwudhu.

Wudhu merupakan tangga pertama untuk melakukan pengembaraan spiritual menggapai kenikmatan melalui sholat, zikir, membaca al Qur’an dsb.

Kesucian adalah dasar dalam kehidupan seorang muslim. Allah SWT memuji orang yg suci lahir dan bathin dlm firmanNya:” Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri (QS Al Baqarah 2:222).
  • Berdzikir Setiap Saat

Berzikir adalah mengingat dan menyebut Asma Allah. Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut Allah, maka Allah akan menyediakan ampunan dan pahala yg besar bagi mereka. (QS Al Ahzab 33:35)

Zikir dapat dilakukan dengan lisan dan dengan hati “ Mereka yg mengingat Allah diwaktu berdiri, duduk dan berbaring. (QS Ali Imran 3:191)

Zikir menjadikan hati tentram: ”yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah maka hati jadi tentram. (QS Ar Ra’d 13:28)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.